Laman

Sabtu, 29 Oktober 2016

Opini pribadi tentang dunia game. Especially Nintendo

Halo-halo lama tak jumpa. Maaf ya ane lagi sibuk kuliah (ciee udh kuliah~) hehehe. Maaf nih, kali ini topik baru ane akan membicarakan industri game dan opini pribadi tentang mengapa nintendo masih bisa menantang dan menyaingi produk gaming home lainnya. Semua isi dari artikel ini adalah hasil pemikiran ane serta opini dari beberapa referensi, jika  ada kesalahan, mohon dikoreksi :)

Ok pertama, ane bukan orang yang ngerti soal manajemen dan beberapa hal tentang dunia perbisnisan dan administratif. Tapi kemungkinan besar yang akan ane bicarakan akan ada sangkut pautnya sama dunia yang seperti itu. (?) Mungkin aja ada sangkut pautnya hahahaha... :D

Dari beberapa artikel yang sudah ane baca dan melihat langsung trailer dari produk baru nintendo, yaitu Nintendo Switch, ane berspekulasi bahwasannya Nintendo memang serius untuk melestarikan 'kejadulan'nya.

Kok kejadulannya ? Dari opini saya sendiri, nintendo merupakan salah satu perusahaan terbesar di era 80-90an karena eksistensinya yang masih mengusung game berbasis 8 bit dan merupakan home video game yang paling berpengaruh. Dilihat dari timeline, nintendo lebih unggul dibanding playstation 1 pada era tersebut karena dipengaruhi oleh salah satu franchise yang sangat ikonik yaitu Super Mario.

Pada masa itu pula atau bahkan sebelum itu, nintendo sempat bersaing dengan lawan dari negara asalnya jepang , mereka adalah Atari dan Sega. Mereka sama-sama mengusung game berbasis 8 bit. Tapi kenapa hanya nintendo yang dapat bertahan hingga produk barunya mendapat respon positif?

Dari 3 home video game tersebut, ternyata nintendo memiliki lumayan banyak ikon franchise pada era 80-90an. Sebut saja the legend of zelda, super mario bross, donkey kong dan lain lain. Beberapa game tersebut di era sekarang masih punya nama yang bagus karena nintendo terus berjalan mengarungi waktu sehingga ada versi yang lebih modern dan karena mereka mengembangkan nama tersebut. Contoh saja , di era 80an kita masih melihat Mario Bross dengan tenar, sedangkan pada hari ini Mario tak hanya 'menyundul' batu bata lagi, tetapi sudah berani balapan pakai gokart (Read : Mario Kart).

Walau di zaman sekarang nama nintendo masih rendah diantara 2 produk raksasa, seperti PS4 dan Xbox One, nintendo masih memanjakan game tradisionalnya. Tak mungkin saya berkata bahwa penggemar The Legend of Zelda sangat sedikit. Hal ini karena tuntutan pasar dimana PS4 dan Xbox One selalu mengejar game dimana semakin modern masa yang akan datang, maka kedua home video game tersebut akan selalu bersaing dan memberi fitur baru. Walau nintendo melakukan hal yang sama, akan tetapi konsep 'jadul'nya tak ditinggalkan. Isu punya isu pada saat perilisan Nintendo Switch pada tahun 2017 mendatang, hanya nintendo yang berani mengusung "cartride-based game". Hal ini menandakan bahwasannya bukan masalah modernisasi, tetapi player akan diajak bernostalgia kemasa lampau.

Secara pribadi ane dapat mengatakan dengan extreme, nintendo lebih sering menganut game-gamenya menjadi lebih dikenal dan tak mau kalah. Hal tersebut memang wajar sebagai salah satu kelebihan dari nintendo sendiri. Akan tetapi, game-game luar nintendo contoh saja game-game produk dari ubisoft, hanya beberapa yang compatible untuk dimainkan di nintendo. Entah itu adalah salah satu fitur atau konsep, yang pasti itu juga jadi salah satu kelemahan nintendo.
Secara pribadi, saya mengusulkan kepada pihak nintendo untuk memberi fitur dimana game-game sekelas GTA V, Warframe, Battlefield 4 dll dapat dimainkan di nintendo. Walau saya bukan player nintendo sejati, setidaknya saya salut dengan keberanian untuk bersaing dan menjaga ketradisionalannya.

Tak hanya usul, nintendo membuat ane salut akan harga NES-nya.
Untuk masalah game retro NES, jika dilelang harganya cukup membeli sebuah Xbox one atau laptop dengan spesifikasi tinggi bahkan dapat lebih dari sebuah mobil. Dari beberapa pelelang, harga sebuah kartridnya saja dapat mencapai 1 M. Dapat dibayangkan seberapa langka kartrid tersebut dan harga nya melebihi satu buah cd fisik PS4. Harga yang tidak wajar ini memberikan sensasi bahwasannya game jadul seperti nintendo dapat menjadi pemicu industri hiburan terutama game untuk lebih kompetitif dan selalu menawarkan kelebihan. Walau jadul, harga boleh diadu hehehe....

Pada tahun yang akan datang, Nintendo akan merilis sebuah Home video game terbaru dengan konsep hybrid. Dimana game konsol tersebut tak hanya dapat dimainkan di depan tv bersama keluarga, tetapi juga dapat dimainkan di luar rumah bersama teman. Istilah hybrid menganut pada konsep home video game + portable console game. Gimana? Tertarik untuk membeli? Tunggu Maret 2017 ya ~ XD

Tak hanya fokus pada game konsol kelas Home Video Game, nintendo juga aktif dalam perkembangan portable konsol. Contoh saja Nintendo 3DS. Saing punya saing, Nintendo 3DS berani diadu oleh PS Vita. Tetapi tentang siapa yang menang, itu tergantung dari kita. Lebih favorit pakai yang mana adalah selera orang masing-masing.

Jika disimpulkan, nintendo punya banyak variasi bentuk video game baik Home Video Game atau Portable Video Game. Jadi , nintendo di zaman sekarang selalu memberi inovasi kepada kenyamanan serta kesenangan player dengan beberapa fitur barunya. Tentang apakah nintendo akan mampu ada sampai masa mendatang jawabannya adalah di tahun 2017. Esensi dari artikel saya adalah memberi beberapa referensi serta sedikit seluk beluk dari nintendo. Bukan berarti ingin menjatuhkan, nama nintendo akan menjadi legenda yang sangat besar dalam sejarah per-game-an dunia. Secara pribadi, ane juga salah satu penggemar Mario bross di NES :D . Kalo ingin discuss lebih lanjut, dapat komentari artikel ini yak! See ya and good bye fellas! :)



Sumber gambar : i0.kym-cdn.com/entries/icons/original/000/021/539/NintendoSwitch_hardware.0.0.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar